Selasa, 31 Maret 2015

Polygon Modelling

PRAKTIKUM 5 : Polygon Modelling

Tujuan
Membuat model 3D menggunakan teknik Polygon Modelling

Alat
Blender 2.73a

Dasar Teori
Ada banyak teknik 3D modeling, diantaranya:
1. Polygon Modelling
2. Sculpting

Polygon Modeling
polygon modeling menggunakan polygon sebagai bentuk dasar untuk pembuatan model 3D. Seperti pada referensi ini. Pada referensi tersebut, kegiatan modeling dimulai dengan memilih primitive. Bisa disebut juga primitive modeling. Primitive modeling biasanya dilanjutkan dengan polygon editing. Dalam blender, biasa disebut dengan Edit Mode atau shortcut-nya tombol TAB.
Diantara teknik polygon modelling antara lain:                                               1. Membuat kursi menggunakan primitive only  
2. Membuat kursi menggunakan polygon editing dengan pendekatan additive modeling     
3. Membuat kursi menggunakan teknik polygon editing dengan pendekatan subtractive modeling    
4. Membuat meja dengan kombinasi pendekatan additive dan subtractive 
5.Membuat kursi versi 2 dengan teknik polygon editing  

 Sculpting    
Sculpting menggunakan pendekatan artist lilin/malam untuk setiap menu yang disediakan oleh softwarenya.                                                                                                                                                                                                       
Hasil Praktikum
Praktikum kali ini saya membuat kursi menggunakan primitive only.
Berikut adalah hasil kursi yang saya buat dengan 360 turn table
1. Membuat kursi menggunakan primitive only 


2. Membuat kursi menggunakan polygon editing dengan pendekatan additive modeling 

3. Membuat kursi menggunakan teknik polygon editing dengan pendekatan subtractive modeling 

4. Membuat meja dengan kombinasi pendekatan additive dan subtractive 


Kesimpulan : Dari percobaan yang telah dilakukan, awalnya sulit menyesuaikan shorcut shortcut yang digunakan, Namun setelah mencoba beberapa kali , sudah cukup hafal dengan alur yang harus dilakukan, meskipun hasilnya belum maksimal, tapi cukup menyenangkan bisa membuat  kursi 3D secara manual.


Selasa, 24 Maret 2015

Render Video and Render Image Sequence

PRAKTIKUM 4 : Render Video and Render Image Sequence


TUJUAN : Melakukan rendering dengan hasil akhir berupa video

ALAT : Bender 2.69

DASAR TEORI
Terdapat banyak cara untuk me-render sebuah animasi menggunakan aplikasi blender. Dua cara umum yang sering ditemui adalah
1. Me-render dalam bentuk video
  • Memiliki kelebihan:
    dapat langsung dinikmati menggunakan video player biasa seperti quicktime player ataupun windows media player
  • Kekurangan:
    jika terjadi kesalahan atau crash saat render belum selesai, maka file video yang dihasilkan akan korup. Dan kegiatan render harus dimulai dari awal

2. Me-render dalam bentuk image sequence
  • Kelebihan:
    jika terjadi keasalahan atau crash di tengah jalan, maka hasil render yang sudah dilakukan tidak perlu diulang
  • Kekurangan:
    masih membutuhkan aplikasi compositor atau video editor atau aplikasi spesifik yang mampu mengubah image sequence menjadi bentuk video. Blender juga bisa berfungsi sebagai video editor.

PERCOBAAN 1 : Render Video
1    1. Buka file Rotated Cartoon Dragon
      2. Scroll ke bawah sampai menemukan opsi Output pada View Properties

      3. Set nama file video blendertest.mov dengan meng-klik tombol folder pada        bagian Output accordion.

      4. Pilih video format Quicktime



      5. Klik tombol Render Animation

 6. Tunggu proses rendering selesai hingga 250 frame.
 7. Di akhir rendering akan muncul file blendertest.mov pada folder yang sudah diatur sebelumnya.
Berikut adalah hasil percobaan yang saya dilakukan :


Hasil video


PERCOBAAN 2 : Render Image Sequence
1. Buka file Rotated Cartoon Dragon.
2. Scroll ke bawah sampai menemukan opsi Output pada View Properties
3. Set nama folder untuk menyimpan kumpulan image sequence dengan meng-klik tombol folder pada bagian Output accordion.
4. Pilih format PNG jika belum dipilih.

5. Klik tombol Render Animation
6. Tunggu proses rendering selesai hingga 250 frame.
7. Di akhir rendering akan ada file-file PNG yang berakhiran 001, 002, 003, dst sesuai dengan nomor frame pada folder yang sudah diatur sebelumnya. contoh kumpulan image sequence yang dimaksud adalah seperti berikut ini
Hasil Sequence


PERCOBAAN 3: Convert Image Sequence Menjadi Video
1. Buka file blender baru. Pertama-tama klik File ➞ New
2. Kemudian klik Reload start-up File

3. Aktifkan view layout Video Editing

4. Pada view Video Sequence Editor klik Add

5. Klik menu Image

6. Set start frame 1 dan end frame 250
7. Pilih semua image sequence dari 0001.png sampai 0250.png
8. Klik Add Image Strip

9. Klik tombol play untuk memainkan image sequences yang sudah ditambahkan
10. Ganti view Graph Editor dengan view Properties

11. Set nama file video yang diinginkan pada bagian Output dengan menekan tombol folder
12. Klik render Animation untuk me-render video

Berikut hasil praktikum yang saya lakukan:


Hasil video



Durasi : 
Dari hasil percobaan yang telah dilakukan, durasi untuk merender video dengan jumlah frame 250 adalah 20menit55detik

KESIMPULAN:
Dapat disimpulkan bahwa dalam merender menjadi video membutuhkan waktu lebih lama daripada merender dari bentuk sequence menjadi video.


Rabu, 18 Maret 2015

360 Turn Table Animation

PRAKTIKUM 3: 360 TURN TABLE ANIMATION

Tujuan

Membuat 360 turn table animation

Bahan

Cartoon dragon no rig

Dasar Teori

360 turn table animation adalah animasi yang biasanya digunakan untuk menampilkan hasil karya 3D, semacam showcase. Animasi ini juga merupakan animasi umum untuk showreel seorang 3D modeller. berikut contoh penggunaan 360 turn table animation untuk showreel 3D modeling.

Manipulasi Objek

Untuk melakukan manipulasi objek, pertama kali yang perlu dilakukan adalah memilih objek untuk dimanipulasi baru kemudian dilanjutkan dengan perintah manipulasinya. berikut adalah daftar perintah yang bisa digunakan
1. Selecting object
untuk menseleksi satu objek dapat dilakukan dengan tombol Right Click.
untuk menseleksi lebih dari satu objek dapat dilakukan dengan menahan tombol shift kemudian right click pada semua objek yang ingin diseleksi.
untuk memilih seluruh objek yang tampil di layar dapat dilakukan dengan meletakkan mouse cursor di atas 3D View kemudian tekan tombol A. Tombol ini berfungsi sebagai toggle, jika belum ada objek yang diseleksi maka akan berfungsi sebagai select all. jika select all sudah dilakukan, maka tombol A berfungsi sebagai unselect all.
2. Rotate
setelah objek terseleksi, rotasi dapat diaktifkan dengan menekan tombol R pada saat mouse berada diatas 3D view, kemudian gerakkan mouse ke tengah atau ke luar layar.
3. Scale
setelah objek terseleksi, scale dapat diaktifkan dengan menekan tombol S kemudian gerakkan mouse untuk scale in atau scale out.
4. Translate/move
setelah objek terseleksi, translate/move dapat diaktifkan dengan menekan tombol G kemudian gerakkan mouse untuk memindahkan objek.

HASIL PERCOBAAN

Percobaan 1 : Test Render


Percobaan 2 : 360 Turn Table
  1. Buka file Cartoon dragon no rig.
  2. Pilih View Layout Animation pada tampilan 3D view, pilih opsi Animation 

 3. Seleksi objek yang berkaitan dengan dragon mulai dari badan, kelopak mata, dan bola mata.
       4. Aktifkan properties panel pada 3D view
       5. klik frame 1 pada Timeline view
       6. klik kanan pada Z Rotation property kemudian pilih Insert Single Keyframe

      7. klik frame 360 pada Timeline view 

       8. klik Z Rotation Property kemudian ketik 360 diakhiri dengan tombol ENTER


      9. klik kanan pada Z Rotation property kemudian pilih Insert Single Keyframe 
     

     10.   Pada tahap ini diperoleh keyframe untuk frame 1 dan 250. dimana frame 1 Z rotationnya        0 dan frame 250 z rotationnya 360. Maka saat tombol play dimainkan, akan menghasilkan pergerakan(tween) dari z rotation 0 menjadi z rotation 360.

Berikut video tutorial percobaan 2



ANALISA
Mata yang tidak bisa ikut berputar dikarenakan semua bagian belum menjadi satu, sehingga untuk menyeleksi seluruh tubuh dan bisa berputar semua maka sebelumnya harus dijadikan satu frame.







Selasa, 10 Maret 2015

Render di Blender

                            Praktikum 2 : Render di Blender

Tujuan : Bisa melakukan Render di Blender

Alat : Blender 2.69

Rendering adalah proses akhir dari keseluruhan proses pemodelan ataupun animasi komputer. Dalam rendering, semua data-data yang sudah dimasukkan dalam proses modeling, animasi, texturing, pencahayaan dengan parameter tertentu akan diterjemahkan dalam sebuah bentuk output (tampilan akhir pada model dan animasi).

PERCOBAAN 1 : Render dan Save Image

Cara render klik menu Render - render image




Setelah proses rendering selesai klik menu Image - Save As Image

                                                                          Hasil image


PERCOBAAN 2 : Render Dengan Preset TV NTSC 4:3

klik pada Dimension - klik Render Preset - pilih TV NTSC 4:3 - klik Render
Seperti tampilan berikut

















Setelah proses rendering selesai klik Menu Image - Save As Image

                                                                           Hasil Image


PERCOBAAN 3 : RENDER 50% RESOLUTION

Pada Dimension - klik Preset Resolution - pilih TV NTSC 4:3 - Ganti 100% menjadi 50% - klik render
seperti tampilan berikut



















Setelah proses rendering selesai klik Menu Image - Save As Image

                                                                         Hasil Image


PERBEDAAN WAKTU RESOLUSI 100% dan 50%

    Pada percobaan yang telah dilakukan di atas, pada Resolusi 100% waktu yang dibutuhkan untuk render adalah 2 menit 3 detik. Sedangkan pada resolusi 50% waktu yang dibutuhkan untuk render adalah 98 detik.
   Dapat disimpulkan bahwa semakin besar resolusi yang digunakan, semakin lama pula waktu yang dibutuhkan untuk rendering.



REFERENSI http://www.mohhasbias.com/praktikum-2-melakukan-render-di-blender-untuk-pemula/#more-119

Selasa, 03 Maret 2015

navigasi dalam blender

PRAKTIKUM 1 : NAVIGASI DALAM BLENDER


Tujuan
Mengenal navigasi dalam blender.
Mahasiswa diharapkan mampu memanipulasi tampilan objek 3D pada aplikasi Blender.
Alat : Blender versi 2.73
DASAR TEORI
1. Mengubah Viewport
    Mengubah viewport dari camera persp menjadi user persp dengan menu                 View--Camera 

2. Zoom
    Apabila pada mouse terdapat scrool maka zoom in dan zoom out bisa langsung dilakukan dengan menggunakan scrool.
    Apabila tidak ada, perlu mengatur 3 Button Mouse dengan menu File -- User Preferences -- klik Tab Input -- centang Emulate 3 Button Mouse.
    Kemudian lakukan zoom in zoom out dengan tekan Ctrl + Alt + Klik kiri + Mouse move



3. Pan
    Pan Right : Menggeser dari kiri ke kanan
    Pan Left : Menggeser dari kanan ke kiri
    Caranya dengan menekan Shift + Klik Tengah + Mouse move

4. Orbit
    Untuk mengeatur sudut pandang dengan cara klik tengah pada mouse dan gerakkan