Kamis, 17 Maret 2016

HTML5 Video Tag

Prak 3 – HTML5 Video Tag

I.            TUJUAN
Mengenal cara menyajikan file audio menggunakan HTML5

II.            ALAT DAN BAHAN
Notepad++

III.            DASAR TEORI

HTML5, CSS, Javascript
HTML5 adalah sebuah bahasa markah untuk menstrukturkan dan menampilkan isi dari World Wide Web, sebuah teknologi inti dari Internet. HTML5 adalah revisi kelima dari HTML dan hingga bulan Juni 2011 masih dalam pengembangan. Meskipun HTML5 telah dikenal luas oleh para pengembang web sejak lama, HTML5 baru mencuat pada April 2010 setelah CEO Apple Inc., Steve Jobs, mengatakan bahwa dengan pengembangan HTML5, "Adobe Flash sudah tidak dibutuhkan lagi untuk menyaksikan video atau menyaksikan konten apapun di web".
Kemudian untuk mengontrol audio menggunakan javascript DOM. Dimulai dengan memberi ID pada tag audio untuk bisa diakses menggunakan document.getElementById(). Setelah itu dapat menggunakan perintah play(), pause() untuk fungsi play dan pause, dan bisa menggunakan perintah currentTime=0 untuk mereset audio.
Sedangkan Cascading Style Sheet (CSS) adalah bahasa pemrograman web yang digunakan untuk memberi hiasan dan mengatur gaya tampilan / layout halaman web supaya lebih menarik..

HTML5 Video Tag
HTML <video> element digunakan untuk merujuk sumber file video, sehingga dapat diputar (dimainkan) pada halaman web.
Dalam merujuk sumber file video, digunakan attribute src yang menunjukkan source (sumber) yang mengarah pada link file video tersebut berada (disimpan), ditulis baik didalam element <video> itu sendiri atau didalam element <source> yang merepresentasikan sumber video lebih dari satu format, sehingga browser dapat memilih format video yang tepat (didukung) 


IV.            HASIL PRAKTIKUM

Hasil Web: 

V.   KESIMPULAN
     Pada praktikum ini, menggunakan tag <video> untuk memasukkan video melalui html5. Dan beberapa button yang berfungsi untuk play, pause dan reset menggunakan javascript.

Rabu, 16 Maret 2016

HTML5 Audio Player

Prak 2 – HTML5 Audio Tag

I.            TUJUAN
Mengenal cara menyajikan file audio menggunakan HTML5

II.            ALAT DAN BAHAN
Notepad++

III.            DASAR TEORI

HTML5, CSS, Javascript
HTML5 adalah sebuah bahasa markah untuk menstrukturkan dan menampilkan isi dari World Wide Web, sebuah teknologi inti dari Internet. HTML5 adalah revisi kelima dari HTML dan hingga bulan Juni 2011 masih dalam pengembangan. Meskipun HTML5 telah dikenal luas oleh para pengembang web sejak lama, HTML5 baru mencuat pada April 2010 setelah CEO Apple Inc., Steve Jobs, mengatakan bahwa dengan pengembangan HTML5, "Adobe Flash sudah tidak dibutuhkan lagi untuk menyaksikan video atau menyaksikan konten apapun di web".
Kemudian untuk mengontrol audio menggunakan javascript DOM. Dimulai dengan memberi ID pada tag audio untuk bisa diakses menggunakan document.getElementById(). Setelah itu dapat menggunakan perintah play(), pause() untuk fungsi play dan pause, dan bisa menggunakan perintah currentTime=0 untuk mereset audio.
Sedangkan Cascading Style Sheet (CSS) adalah bahasa pemrograman web yang digunakan untuk memberi hiasan dan mengatur gaya tampilan / layout halaman web supaya lebih menarik..

Bootstrap dan JQuery UI
Bootstrap adalah sebuah framework css yang dapat digunakan untuk mempermudah membangun tampilan web. Bootstrap pertama kali di kembangkan pada pertangahan 2010 di Twitter oleh Mark Otto dan Jacob Thornton. Saat ini Bootstrap dikembangkan secara open source dengan lisensi MIT.
JQuery UI adalah plugin komponen user interface (hal-hal yang berhubungan dengan antarmuka pengguna) berupa interaksi, widget berfitur lengkap dan efek animasi yang berada di bawah framework JQuery.Setiap komponen dibangun sesuai dengan arsitektur kerja JQuery (menemukan sesuatu, kemudian memanipulasinya) dan memiliki kemampuan untuk menerima tema yang bermacam-macam sesuai dengan keperluan desain Slider, button, dialog boxkotak dialog/modal, accordion, tooltip, tabs, dihasilkan dari jquery ui.


IV.            HASIL PRAKTIKUM

V.   KESIMPULAN
      Perbedaan dari praktikum yang pertama adalah terletak pada penggunaan css yang lebih dominan. Dengan perbedaan tampilan dari  HTML5, audio player ini menggununakan css, dan bootstrap untuk beberapa fungsi didalamnya. Dan juga Jquery untuk mengontrol penggunaan tiap bar. 

Jumat, 04 Maret 2016

HTML5 Audio Tag

Prak 1 – HTML5 Audio Tag


I.            TUJUAN
Mengenal cara menyajikan file audio menggunakan HTML5

II.            ALAT DAN BAHAN
Notepad++

III.            DASAR TEORI
HTML adalah singkatan dari HyperText Markup Language yaitu bahasa pemrograman  standar yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web, yang kemudian dapat diakses untuk menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah penjelajah web Internet (Browser). HTML dapat juga digunakan sebagai link link antara file-file dalam situs atau dalam komputer dengan menggunakan localhost, atau link yang menghubungkan antar situs dalam dunia internet.

HTML5 adalah sebuah bahasa markah untuk menstrukturkan dan menampilkan isi dari World Wide Web, sebuah teknologi inti dari Internet. HTML5 adalah revisi kelima dari HTML dan hingga bulan Juni 2011 masih dalam pengembangan. Meskipun HTML5 telah dikenal luas oleh para pengembang web sejak lama, HTML5 baru mencuat pada April 2010 setelah CEO Apple Inc., Steve Jobs, mengatakan bahwa dengan pengembangan HTML5, "Adobe Flash sudah tidak dibutuhkan lagi untuk menyaksikan video atau menyaksikan konten apapun di web".

Tag merupakan suatu pasangan yang terdiri 2 bagian yang disebut dengan tag awal dan tag akhir. Tag awal dinyatakan dalam bentuk <nama tag> dan tag akhir ddinyatakan dalam bentuk </nama tag>. Format penulisan suatu tag adalah sebagai berikut :

<nama tag> ... </nama tag>

Contoh :

<audio> Teks yang akan ditampilkan </audio>

Sedangkan atribut adalah suatu karakteristik yang menyertai/ada di dalam suatu tag awal. Tag awal dapat memiliki lebih dari satu atribut yang menyatakan karakteristik dari tag tersebut. Format penulisan atribut
dalam suatu tag bisa dituliskan seperti ini <tag atribut1="value" atribut2="value" ... > dan ditutup dengan tag akhir yaitu </tag>.

Kemudian untuk mengontrol audio menggunakan javascript DOM. Dimulai dengan memberi ID pada tag audio untuk bisa diakses menggunakan document.getElementById(). Setelah itu dapat menggunakan perintah play(), pause() untuk fungsi play dan pause, dan bisa menggunakan perintah currentTime=0 untuk mereset audio.

IV.            HASIL PRAKTIKUM
          1. HTML5 Audio Tag

          2. Audio Tag Melalui Javascript

V.  KESIMPULAN
      Dari praktikum diatas, praktikum 1 dengan HTML5 menggunakan elemen <audio></audio> yang diikuti dengan letak audio yang akan di upload. 
      Sedangkan pada praktikum 2 dengan JavaScript menggunakan ".play" untuk fungsi play , ".pause" untuk fungsi pause dan ".currentTime=0" untuk fungsi reset.

REFERENSI :
http://www.mohhasbias.com/prak-01-html5-audio-tag/




Selasa, 16 Juni 2015


Prak 15 – Blender Network Render


Tujuan

Melakukan render di Blender menggunakan jaringan komputer.

Alat

Bahan

Dasar Teori

Petunjuk Praktikum

  1. Siapkan shared directory/network folder (contohnya Windows Share atau NFS mount atau OSX file sharing).
  2. Set directory tersebut sebagai directory output.
  3. Un-check (un-centang)/jangan centang opsi “Overwrite”. kemudian centang opsi “Placeholders”
    home-made-render-farm-setting
    Home Made Render Farm Setting
  4. Save file blender yang telah diatur dengan setting tersebut.
  5. Copy file blender yang telah diatur ke masing-masing komputer yang ingin digunakan.
  6. Jalankan render pada masing-masing komputer tersebut. dengan setting yang telah dilakukan, masing-masing komputer akan menyimpan hasil render-nya pada folder yang di-share tersebut tanpa saling menumpuki hasil render dari komputer yang lain.
  7. Jangan lupa berdoa
Hasil Praktikum

1. Dari percobaan render dengan 1 komputer membutuhkan waktu dari pukul 11.10 - 12.26 untuk merender 20 frame

2. Dari percobaan render dengan 21 komputer membutuhkan waktu yang sama ketika memakai 1 komputer yaitu dari pukul 11.10 - 12.26 untuk merender 250 frame

KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk merender lebih cepat dengan menggunakan komputer lebih dari satu.

Selasa, 09 Juni 2015

3-point Light Setup

PRAKTIKUM 14 - 3-point Light Setup

1. Tujuan

Mengenal tata lampu pada media 3D melalui praktek tata lampu 3-point lighting

2. Alat

Blender 2.7+

3. Bahan

4. Dasar Teori

A. Lighting Component

Salah satu komponen lighting adalah shadow. Shadow memberi informasi bentuk bagi sebuah objek.
Shadow juga berfungsi sebagai informasi posisi objek terhadap environment.
Penguasaan shadow, akan membantu kita untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

B. Lighting Setup

Lighting setup adalah tata lampu yang melibatkan satu atau lebih lampu yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda untuk mencapai tujuan yang sama.
Dalam 3 point lighting, terdapat 3 lampu yang digunakan. Masing-masing lampu tersebut ada yang berfungsi sebagai key light, fill light, dan back light.
fungsi dari masing-masing lampu adalah sebagai berikut:
  1. Key light berfungsi sebagai sumber cahaya utama
  2. Fill light berfungsi untuk membuat shadow dari key light menjadi lebih soft
  3. Back light berfungsi untuk membuat outline dari objek
Gunakan simulator ini untuk melihat efek dari masing-masing lampu.
secara umum tata lampunya relatif terhadap objek dan kamera adalah sebagai berikut
3 Point Light Setup

C. Hasil Praktikum




Selasa, 02 Juni 2015

Bouncing Ball

Praktikum 12 : Bouncing Ball

Percobaan 1


Percobaan 2

Percobaan 3 : Quick Rigid Body Fun

Selasa, 19 Mei 2015

Rigging using Rigify

PRAKTIKUM 11 : RIGGING USING REDIFY


1. Tujuan

Membuat rigging untuk sebuah karakter bipedal (dua pedal/dua kaki). Diimplementasikan menggunakan blender 2.7 rigging using rigify.

2. Alat

Blender 2.7+

3. Bahan

4. Dasar Teori

A. Rigging

Rigging adalah kegiatan untuk membuat sebuah 3D model mudah untuk digerakkan. Membantu untuk lebih fokus terhadap pengaturan pose ketimbang manipulasi polygon.
kompleksitas rigging bisa amat sangat bervariasi. bahkan rigging bisa dianggap dunia tersendiri yang sama kompleks-nya dengan dunia keilmuan yang lain. kalau ingin tahu seberapa luas, bisa mampir ke channel Master of Rigging di vimeo.

B. Walk Cycle Pose

Sebuah walk cycle dapat disusun dengan mengikuti acuan pose-pose berikut
walk-cycle-poses
Walk cycle poses

C. Blender Dope Sheet Editor

Blender dopesheet editor digunakan untuk melihat property apa saja yang terpengaruh oleh sebuah keyframe.
dopesheet-editor
Dopesheet Editor
D. Blender Graph Editor
Graph editor merupakan editor untuk memanipulasi spacing antar keyframe. Digunakan untuk mengimplementasikan ease in, ease out, dan constant movement.
graph-editor
Graph Editor
E. Motion Paths
Motion path merupakan menu untuk menvisualkan kalkulasi gerakan yang dilakukan oleh blender. Salah satu kegunaan alat ini adalah untuk mengecek arcs dari sebuah gerak animasi.
cube-motion-path
Cube with motion path

5. Hasil Praktikum
1. Hasil Rigging

2. Hasil Walk Cycle

Kesimpulan : Rigging dengan menggunakan teknik ridify ternyata lebih mudah daripada membuat rigging manual dengan menambah single bone.