Selasa, 16 Juni 2015


Prak 15 – Blender Network Render


Tujuan

Melakukan render di Blender menggunakan jaringan komputer.

Alat

Bahan

Dasar Teori

Petunjuk Praktikum

  1. Siapkan shared directory/network folder (contohnya Windows Share atau NFS mount atau OSX file sharing).
  2. Set directory tersebut sebagai directory output.
  3. Un-check (un-centang)/jangan centang opsi “Overwrite”. kemudian centang opsi “Placeholders”
    home-made-render-farm-setting
    Home Made Render Farm Setting
  4. Save file blender yang telah diatur dengan setting tersebut.
  5. Copy file blender yang telah diatur ke masing-masing komputer yang ingin digunakan.
  6. Jalankan render pada masing-masing komputer tersebut. dengan setting yang telah dilakukan, masing-masing komputer akan menyimpan hasil render-nya pada folder yang di-share tersebut tanpa saling menumpuki hasil render dari komputer yang lain.
  7. Jangan lupa berdoa
Hasil Praktikum

1. Dari percobaan render dengan 1 komputer membutuhkan waktu dari pukul 11.10 - 12.26 untuk merender 20 frame

2. Dari percobaan render dengan 21 komputer membutuhkan waktu yang sama ketika memakai 1 komputer yaitu dari pukul 11.10 - 12.26 untuk merender 250 frame

KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk merender lebih cepat dengan menggunakan komputer lebih dari satu.

Selasa, 09 Juni 2015

3-point Light Setup

PRAKTIKUM 14 - 3-point Light Setup

1. Tujuan

Mengenal tata lampu pada media 3D melalui praktek tata lampu 3-point lighting

2. Alat

Blender 2.7+

3. Bahan

4. Dasar Teori

A. Lighting Component

Salah satu komponen lighting adalah shadow. Shadow memberi informasi bentuk bagi sebuah objek.
Shadow juga berfungsi sebagai informasi posisi objek terhadap environment.
Penguasaan shadow, akan membantu kita untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

B. Lighting Setup

Lighting setup adalah tata lampu yang melibatkan satu atau lebih lampu yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda untuk mencapai tujuan yang sama.
Dalam 3 point lighting, terdapat 3 lampu yang digunakan. Masing-masing lampu tersebut ada yang berfungsi sebagai key light, fill light, dan back light.
fungsi dari masing-masing lampu adalah sebagai berikut:
  1. Key light berfungsi sebagai sumber cahaya utama
  2. Fill light berfungsi untuk membuat shadow dari key light menjadi lebih soft
  3. Back light berfungsi untuk membuat outline dari objek
Gunakan simulator ini untuk melihat efek dari masing-masing lampu.
secara umum tata lampunya relatif terhadap objek dan kamera adalah sebagai berikut
3 Point Light Setup

C. Hasil Praktikum




Selasa, 02 Juni 2015

Bouncing Ball

Praktikum 12 : Bouncing Ball

Percobaan 1


Percobaan 2

Percobaan 3 : Quick Rigid Body Fun

Selasa, 19 Mei 2015

Rigging using Rigify

PRAKTIKUM 11 : RIGGING USING REDIFY


1. Tujuan

Membuat rigging untuk sebuah karakter bipedal (dua pedal/dua kaki). Diimplementasikan menggunakan blender 2.7 rigging using rigify.

2. Alat

Blender 2.7+

3. Bahan

4. Dasar Teori

A. Rigging

Rigging adalah kegiatan untuk membuat sebuah 3D model mudah untuk digerakkan. Membantu untuk lebih fokus terhadap pengaturan pose ketimbang manipulasi polygon.
kompleksitas rigging bisa amat sangat bervariasi. bahkan rigging bisa dianggap dunia tersendiri yang sama kompleks-nya dengan dunia keilmuan yang lain. kalau ingin tahu seberapa luas, bisa mampir ke channel Master of Rigging di vimeo.

B. Walk Cycle Pose

Sebuah walk cycle dapat disusun dengan mengikuti acuan pose-pose berikut
walk-cycle-poses
Walk cycle poses

C. Blender Dope Sheet Editor

Blender dopesheet editor digunakan untuk melihat property apa saja yang terpengaruh oleh sebuah keyframe.
dopesheet-editor
Dopesheet Editor
D. Blender Graph Editor
Graph editor merupakan editor untuk memanipulasi spacing antar keyframe. Digunakan untuk mengimplementasikan ease in, ease out, dan constant movement.
graph-editor
Graph Editor
E. Motion Paths
Motion path merupakan menu untuk menvisualkan kalkulasi gerakan yang dilakukan oleh blender. Salah satu kegunaan alat ini adalah untuk mengecek arcs dari sebuah gerak animasi.
cube-motion-path
Cube with motion path

5. Hasil Praktikum
1. Hasil Rigging

2. Hasil Walk Cycle

Kesimpulan : Rigging dengan menggunakan teknik ridify ternyata lebih mudah daripada membuat rigging manual dengan menambah single bone.

Selasa, 12 Mei 2015

Walk Cycle

PRAKTIKUM 10 - WALK CYCLE


1. Tujuan

Membuat animasi walk cycle

2. Alat

Blender 2.6+

3. Bahan

4. Dasar Teori

A. Walk Cycle Pose

Sebuah walk cycle dapat disusun dengan mengikuti acuan pose-pose berikut
walk-cycle-poses
Walk cycle poses

B. Blender Dope Sheet Editor

Blender dopesheet editor digunakan untuk melihat property apa saja yang terpengaruh oleh sebuah keyframe.
dopesheet-editor
Dopesheet Editor

C. Blender Graph Editor

Graph editor merupakan editor untuk memanipulasi spacing antar keyframe. Digunakan untuk mengimplementasikan ease in, ease out, dan constant movement.
graph-editor
Graph Editor

D. Motion Paths

Motion path merupakan menu untuk menvisualkan kalkulasi gerakan yang dilakukan oleh blender. Salah satu kegunaan alat ini adalah untuk mengecek arcs dari sebuah gerak animasi.
cube-motion-path
Cube with motion path

5. Hasil Praktikum

1. extreme position dan passing position.


2. Modifikasi walk cycle sederhana tersebut dengan menambahkan up position dan down position.



3. Modifikasi walk cycle tersebut dengan menambahkan gerak naik turun bahu dan pinggul.


Kesimpulan : Walk cycle harus memperhatikan prinsip walk cycle agar jalan terlihat normal namun hasil dari praktikum saya belum terlihat memuaskan

Selasa, 05 Mei 2015

Blender Bouncing Ball Excersice

PRAKTIKUM 9 : Blender Bouncing Ball Exercise


1. Tujuan

Menggunakan Blender Bouncing Ball Exercise untuk mengenal tool animasi yang disediakan oleh blender.
2. Alat
Blender 2.6+

4. Dasar Teori

A. Bouncing ball dilihat dari sudut pandang 12 prinsip animasi


Bola mantul melewati layar (source: misscaptainalex.wordpress.com)

Contoh bola memantul(bouncing ball) tersebut merupakan kombinasi dari beberapa konsep animasi sekaligus
diantarany
Timing and Spacing
  1. Timing berhubungan dengan durasi atau jumlah frame yang diperlukan oleh sebuah action. timing yang tepat akan membuat sebuah action tampil meyakinkan. berikut adalah penjelasan singkat tentang animasi yang menggunakan timing yang tepat versus animasi dengan timing yang kurang pas.
  2. Sedangkan spacing berhubungan dengan kecepatan sebuah benda. apakah benda tersebut memiliki kecepatan konstan atau dipercepat atau diperlambat atau kombinasi dipercepat dan diperlambat.
    berikut adalah variasi-variasi spacing dalam proses pembuatan animasi.
    Arcs (lintasan gerak)
    Arcs artinya lengkungan. secara umum, di dunia nyata, hampir tidak ada gerakan lurus atau diagonal sempurna. semuanya ada lengkungannya.
    Pada kasus bouncing ball across screen, lintasannya akan membentuk lengkungan sebagai berikut
    HASIL PRAKTIKUM
    1. Bouncing Ball Vertical

    2. Bouncing Ball Across The Screen

    3. Buatlah bouncing ball across the screen dengan tambahan squash and stretch (penyet)

    KESIMPULAN
    dari percobaan yang saya lakukan, prinsip bouncing ball sangat diperlukan dalam membuat ini, namun daripada menggunakan pencil 2d, lebih mudah menggunakan blender dalam membuat bouncing ball tersebut.

Basic Material dan Texturing

PRAKTIKUM 7 : Basic Material dan Texturing

1. Tujuan

Mengenal cara mewarnai obyek 3D (3D model)

2. Alat

Blender 2.73a
4. Dasar Teori
Ada banyak cara untuk mewarnai 3D model. Secara umum ada 3 bagian yang saling berkaitan yaitu
1. Material
2. Texture
3. Lighting
Ketiga komponen itu hanya berupa setting dimana diperlukan satu komponen lagi untuk memproses settingan tersebut. Komponen yang bisa memproses settingan tersebut disebut dengan render engine. Di blender terdapat dua render engine, yaitu blender internal dan cycles. Secara default, yang aktif adalah blender internal. Akan tetapi untuk pemula, relatif lebih mudah jika menggunakan cycles.


Senin, 13 April 2015

3D Modeling menggunakan Blender

PRAKTIKUM 6 : 3D Modeling Menggunakan Blender

Tujuan

Membuat model 3D menggunakan modifiers pada Blender

Alat

Blender 2.73a

Dasar Teori

Ada banyak bentuk Polygon Modeling, diantaranya:
1. Primitive Modelling
2. Polygon Editing
3. Modifiers

Primitive Modeling

Primitive modeling adalah bentuk teknik modeling paling sederhana dimana komponen yang dimanipulasi/diubah-ubah adalah bentuk-bentuk primitif seperti kubus, silinder, kerucut, torus, dan bola.

Polygon Editing

Polygon editing adalah teknik modeling dengan manipulasi polygon. Alat yang biasa digunakan adalah extrude dan loop cut. Selain itu manipulasinya juga dilakukan pada titik(point/vertex), garis(edge), ataupun sisi(face).

Modifiers

Salah satu fasilitas 3D modeling menggunakan blender adalah adanya modifiers. Modifiers merupakan fasilitas untuk membuat sebuah model tanpa harus membuat seluruh polygon yang diperlukan. Beberapa modifiers yang umum digunakan antara lain mirror, subdivision, dan array.

 HASIL PRAKTIKUM

1. Mangkok - menggunakan subdivision Modifier



2. Pitcher - menggunakan subdivision Modifier



3. Teko - menggunakan subdivision Modifier



4. Kursi - menggunakan subdivision Mirror


KESIMPULAN

Dari percobaan yang saya lakukan, dapat saya simpulkan bahwa

Selasa, 31 Maret 2015

Polygon Modelling

PRAKTIKUM 5 : Polygon Modelling

Tujuan
Membuat model 3D menggunakan teknik Polygon Modelling

Alat
Blender 2.73a

Dasar Teori
Ada banyak teknik 3D modeling, diantaranya:
1. Polygon Modelling
2. Sculpting

Polygon Modeling
polygon modeling menggunakan polygon sebagai bentuk dasar untuk pembuatan model 3D. Seperti pada referensi ini. Pada referensi tersebut, kegiatan modeling dimulai dengan memilih primitive. Bisa disebut juga primitive modeling. Primitive modeling biasanya dilanjutkan dengan polygon editing. Dalam blender, biasa disebut dengan Edit Mode atau shortcut-nya tombol TAB.
Diantara teknik polygon modelling antara lain:                                               1. Membuat kursi menggunakan primitive only  
2. Membuat kursi menggunakan polygon editing dengan pendekatan additive modeling     
3. Membuat kursi menggunakan teknik polygon editing dengan pendekatan subtractive modeling    
4. Membuat meja dengan kombinasi pendekatan additive dan subtractive 
5.Membuat kursi versi 2 dengan teknik polygon editing  

 Sculpting    
Sculpting menggunakan pendekatan artist lilin/malam untuk setiap menu yang disediakan oleh softwarenya.                                                                                                                                                                                                       
Hasil Praktikum
Praktikum kali ini saya membuat kursi menggunakan primitive only.
Berikut adalah hasil kursi yang saya buat dengan 360 turn table
1. Membuat kursi menggunakan primitive only 


2. Membuat kursi menggunakan polygon editing dengan pendekatan additive modeling 

3. Membuat kursi menggunakan teknik polygon editing dengan pendekatan subtractive modeling 

4. Membuat meja dengan kombinasi pendekatan additive dan subtractive 


Kesimpulan : Dari percobaan yang telah dilakukan, awalnya sulit menyesuaikan shorcut shortcut yang digunakan, Namun setelah mencoba beberapa kali , sudah cukup hafal dengan alur yang harus dilakukan, meskipun hasilnya belum maksimal, tapi cukup menyenangkan bisa membuat  kursi 3D secara manual.


Selasa, 24 Maret 2015

Render Video and Render Image Sequence

PRAKTIKUM 4 : Render Video and Render Image Sequence


TUJUAN : Melakukan rendering dengan hasil akhir berupa video

ALAT : Bender 2.69

DASAR TEORI
Terdapat banyak cara untuk me-render sebuah animasi menggunakan aplikasi blender. Dua cara umum yang sering ditemui adalah
1. Me-render dalam bentuk video
  • Memiliki kelebihan:
    dapat langsung dinikmati menggunakan video player biasa seperti quicktime player ataupun windows media player
  • Kekurangan:
    jika terjadi kesalahan atau crash saat render belum selesai, maka file video yang dihasilkan akan korup. Dan kegiatan render harus dimulai dari awal

2. Me-render dalam bentuk image sequence
  • Kelebihan:
    jika terjadi keasalahan atau crash di tengah jalan, maka hasil render yang sudah dilakukan tidak perlu diulang
  • Kekurangan:
    masih membutuhkan aplikasi compositor atau video editor atau aplikasi spesifik yang mampu mengubah image sequence menjadi bentuk video. Blender juga bisa berfungsi sebagai video editor.

PERCOBAAN 1 : Render Video
1    1. Buka file Rotated Cartoon Dragon
      2. Scroll ke bawah sampai menemukan opsi Output pada View Properties

      3. Set nama file video blendertest.mov dengan meng-klik tombol folder pada        bagian Output accordion.

      4. Pilih video format Quicktime



      5. Klik tombol Render Animation

 6. Tunggu proses rendering selesai hingga 250 frame.
 7. Di akhir rendering akan muncul file blendertest.mov pada folder yang sudah diatur sebelumnya.
Berikut adalah hasil percobaan yang saya dilakukan :


Hasil video


PERCOBAAN 2 : Render Image Sequence
1. Buka file Rotated Cartoon Dragon.
2. Scroll ke bawah sampai menemukan opsi Output pada View Properties
3. Set nama folder untuk menyimpan kumpulan image sequence dengan meng-klik tombol folder pada bagian Output accordion.
4. Pilih format PNG jika belum dipilih.

5. Klik tombol Render Animation
6. Tunggu proses rendering selesai hingga 250 frame.
7. Di akhir rendering akan ada file-file PNG yang berakhiran 001, 002, 003, dst sesuai dengan nomor frame pada folder yang sudah diatur sebelumnya. contoh kumpulan image sequence yang dimaksud adalah seperti berikut ini
Hasil Sequence


PERCOBAAN 3: Convert Image Sequence Menjadi Video
1. Buka file blender baru. Pertama-tama klik File ➞ New
2. Kemudian klik Reload start-up File

3. Aktifkan view layout Video Editing

4. Pada view Video Sequence Editor klik Add

5. Klik menu Image

6. Set start frame 1 dan end frame 250
7. Pilih semua image sequence dari 0001.png sampai 0250.png
8. Klik Add Image Strip

9. Klik tombol play untuk memainkan image sequences yang sudah ditambahkan
10. Ganti view Graph Editor dengan view Properties

11. Set nama file video yang diinginkan pada bagian Output dengan menekan tombol folder
12. Klik render Animation untuk me-render video

Berikut hasil praktikum yang saya lakukan:


Hasil video



Durasi : 
Dari hasil percobaan yang telah dilakukan, durasi untuk merender video dengan jumlah frame 250 adalah 20menit55detik

KESIMPULAN:
Dapat disimpulkan bahwa dalam merender menjadi video membutuhkan waktu lebih lama daripada merender dari bentuk sequence menjadi video.